LSM Triga Adakan Rapat Konsolidasi. Sekaligus Bahas Temuan Signifikan BPK Terkait Dinas PUPR Karawang

Karawang

Berita Utama333 Dilihat
https://picasion.com/

Suaratrinisa.com РKarawang 20/06/2024| Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Triga Nusantara Indonesia  mengadakan konsolidasi pengurus di Sekretariat official yang beralamat di Kalangsari Kecamatan Rengasdengklok Rabu (19/6/2024).

Konsolidasi itu dipimpin oleh Apip Syamsi selaku Ketua DPC. Dalam konsolidasi itu Apip Syamsi menjelaskan, berdirinya organisasi LSM Triga Nusantara Indonesia ini sebagai bentuk pengawasan sosial masyarakat atas kebijakan dari instansi Pemerintah maupun swasta di wilayah Kabupaten Karawang.

https://picasion.com/

Setelah evaluasi kelembagaan di rasa cukup, Apip Syamsi melanjutkan membahas beberapa temuan BPK RI yang diantaranya di bahas adalah dari temuan BPK RI  dengan nomor 17/LHP/XVIII.BDG/01/2024 diterangkan di dalamnya, Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat permasalahan Belanja Infrastruktur Jalan dan Jembatan TA 2023 (s.d. 30 November 2023) pada Pemerintah Kabupaten Karawang yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan terutama pada aspek pemilihan penyedia dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Permasalahan utama yang ditemukan antara lain yaitu:

1. Pelaksanaan evaluasi dokumen penawaran pada enam paket tender pekerjaan jalan,

jembatan, dan konsultansi pengawasan tidak sesuai ketentuan; dan

2. Kekurangan volume Ketidak sesuaian spesifikasi atas 52 kerjaan pada dinas PUPR mengakibatkan kelebihan pembayaranbelanja modal jalan sebesar Rp. 4.087.473.373,00 atas kelebihan pembayaran tersebut, penyedia telah menyetorkan ke kas daerah sebesar Rp. 2.116.718.000,00 sehingga sisa kelebihan pembayan adalah sebesar Rp.1.970.763.320.00

Di sela sela pemaparannya Apip Syamsi mengatakan. “Korupsi patut dilihat sebagai benalu pembangunan. Agenda pemerintah untuk pembangunan dan agenda pencegahan serta pengawasan korupsi semestinya berjalan satu paket. Jika pencegahan korupsi lemah, pembangunan akan tidak optimal. Penguatan agenda anti korupsi bukan untuk menjegal atau menghambat pembangunan, melainkan untuk menjaga pembangunan.” Ujarnya di dalam rapat.

(PI)

https://picasion.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *